<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1596">
 <titleInfo>
  <title>Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sp.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aeromonas salmonicida Secara in Vitro</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ravi Mahendra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2021</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aeromonas salmonicida merupakan jenis bakteri Aeromonas sp. yang&#13;
diindikasikan mampu menyerang semua spesies ikan baik ikan air tawar maupun&#13;
air laut, tergolong hama penyakit ikan karantina (HPIK), juga merupakan salah satu&#13;
bakteri patogen yang banyak menyerang ikan dan penularannya sangat cepat&#13;
melalui air atau lingkungan, peralatan, dan kontak langsung dengan ikan yang sakit.&#13;
Bakteri ini menginfeksi bagian luar dan dalam tubuh ikan, seperti kulit, pangkal&#13;
sirip dan insang ikan, juga bagian dada, perut, saluran pencernaan ikan, sehingga&#13;
ikan yang terserang penyakit ini akan mengalami pendarahan. Penanggulangan&#13;
infeksi bakteri dapat dilakukan dengan memberikan antibiotik, akan tetapi&#13;
penggunaan bahan kimia/antibiotik untuk mengatasi permasalahan akibat serangan&#13;
bakteri patogen dalam pengendalian penyakit akan menimbulkan masalah baru&#13;
berupa meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap bahan tersebut. Oleh&#13;
sebab itu diperlukan suatu bahan alternatif alami untuk menghambat pertumbuhan&#13;
bakteri patogen tersebut yang memberikan sedikit efek samping. Tanaman kemangi&#13;
memiliki sifat analgesik, anti-hiperlipidemi, amnesik dan nootropic, anthelmintik,&#13;
anti bakterial, anti katarak, anti fertilitas, anti inflamasi, anti lipidperoksidatif,&#13;
antioksidan, anti stres, anti thyroid, antitusif, anti ulkus, kemoprotektif,&#13;
imunomodulator, radioprotektif, aktifitas hiopglikemik, aktifitas hipotensif, dan&#13;
anti kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas ekstrak daun&#13;
kemangi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas salmonicida serta&#13;
mengetahui konsentrasi dosis yang terbaik dari pemanfaatan ekstrak daun kemangi&#13;
untuk menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas salmonicida. Penelitian ini&#13;
dilaksanakan mulai bulan April 2020 sampai dengan bulan Desember 2020 di&#13;
Laboratorium Uji Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil&#13;
Perikanan Jakarta II, Jl. Swasembada Timur XIII No. 64 Tanjung Priok Jakarta&#13;
Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap)&#13;
terdiri dari 11 perlakuan dan 3 ulangan. Kontrol negatif dalam penelitian ini larutan Dimethyl sulfoxide (DMSO) 10% sebagai pelarut ekstrak sedangkan kontrol positif&#13;
menggunakan antibiotik Enrofloxacin (ENR). Perlakuan dalam penelitian ini&#13;
adalah penggunaan ekstrak daun kemangi konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%,&#13;
60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Data zona hambat dianalisis statistik menggunakan&#13;
uji ANOVA dengan menggunakan program SPSS. Apabila hasil uji antar perlakuan&#13;
berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil uji MIC dari ekstrak daun&#13;
kemangi terhadap bakteri Aeromonas salmonicida adalah pada konsentrasi 20%&#13;
karena pada konsentrasi 20% sudah terdapat penghambatan pertumbuhan bakteri.&#13;
Pada pengujian larutan DMSO sebagai kontrol negatif terhadap bakteri Aeromonas&#13;
salmonicida adalah 0 mm atau tidak terbentuk zona hambat, hal ini menunjukan&#13;
bahwa penggunaan pelarut Dimethyl sulfoxide DMSO tidak mempengaruhi hasil&#13;
uji antibakteri dari ekstrak daun kemangi. Sedangkan untuk kontrol positif&#13;
antibiotik Enrofloxacin (ENR) rata-rata sebesar ± 27,56 mm dari 3 kali ulangan,&#13;
sedangkan pada ekstrak daun kemangi dengan konsentrasi 100% dari 3 kali ulangan&#13;
rata-rata sebesar ± 21,3 mm, sehingga dapat disimpulkan ekstrak daun kemangi&#13;
(Ocimum sp.) berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas&#13;
salmonicida namun jika dibandingkan dengan kontrol positif, kemampuan ekstrak&#13;
daun kemangi (Ocimum sp.) dengan konsentrasi 100% dalam menghambat&#13;
pertumbuhan bakteri Aeromonas salmonicida masih lebih rendah. Kesimpulan&#13;
yang dapat ditarik pada penelitian adalah ekstrak daun kemangi efektif dalam&#13;
menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas salmonicida secara in vitro dengan&#13;
klasifikasi daya hambat tergolong sangat kuat pada konsentrasi 100% dengan&#13;
kemampuan menghambat sebesar ± 21,3 mm.</note>
 <note type="statement of responsibility">Ravi Mahendra</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kelautan dan Perikanan</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8200214</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="1613" url="" path="/ff2fccc5184215ce3c5a8ef4b87a081d.pdf" mimetype="application/pdf">Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sp.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aeromonas salmonicida Secara in Vitro</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1596</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-26 14:27:09</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-26 14:27:58</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>