<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1929">
 <titleInfo>
  <title>Penetapan CCP (Critical Control Point) Dan Persyaratan Dokumen Ekspor Steak Tenggiri (Scomberomorus commerson) Beku Ke Singapore Di PT. Kencana Laut Nusantara, Muara Angke, Jakarta Utara</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riska Igor Frihatin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2021</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengawasan dan pengendalian mutu merupakan faktor penting bagi suatu&#13;
perusahaan untuk menjaga konsistensi mutu produk yang dihasilkan, sesuai dengan&#13;
tuntunan pasar, sehingga perlu dilakukan manajemen pengawasan dan&#13;
pengendalian mutu untuk semua proses produksi (Junais dan Latief 2014).&#13;
Guna memenuhi persyaratan peraturan perdagangan International dan untuk&#13;
memperkuat posisi perusahaan di persaingan global, maka perusahaan pangan perlu&#13;
menerapkan sistem jaminan penerapan HACCP (Ilmiawan dkk, 2014).&#13;
HACCP adalah alat manajeman yang digunakan untuk menjamin mutu dan&#13;
keamanan pangan yang mendasarkan pada kesadaran atau perhatian bahwa bahaya&#13;
(hazard) akan timbul pada berbagai titik atau tahap produksi, tetapi dapat dilakukan&#13;
tindakan pengendalian untuk mengontrol bahaya (Cartwright dan Latifah 2010).&#13;
Critical Control Point (CCP) merupakan kunci dalam menurunkan atau&#13;
mengeliminasi bahaya-bahaya (hazard) yang sudah diidentifikasi (Winarno, 2004).&#13;
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui alur proses pengolahan steak tenggiri&#13;
beku. Mengetahui mutu organoleptik, sensori, mikrobiologi dan kimia pada bahan&#13;
baku dan produk akhir. Mengetahui penetapan dan pengendalian CCP pada&#13;
pengolahan steak tenggiri beku. Mengetahui persyaratan dokumen ekspor ke&#13;
Singapore.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan mulai tanggal 17 Mei sampai&#13;
dengan tanggal 17 Juli 2021 di PT. Kencana Laut Nusantara Muara Angke- Jakarta&#13;
Utara. Bahan utama pembuatan steak tenggiri beku adalah ikan tenggiri beku. Alat&#13;
yang digunakan adalah semua alat yang digunakan untuk mengolah steak tenggiri&#13;
beku, alat tulis, score sheet, pohon keputusan, tabel pengendalian CCP. Alur proses&#13;
steak tenggiri beku mengacu pada SNI 7321.3.2009.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan proses pengolahan steak tenggiri beku di&#13;
PT. Kencana Laut Nusantara memiliki empat belas tahapan alur proses yaitu&#13;
penerimaan bahan baku, penyimpanan sementara, penimbangan 1, pemotongan,&#13;
pembuangan isi perut, penimbangan 2, glazing I, penyimpanan dalam CPF, glazing&#13;
2, penimbangan 3, metal detecting, packing and labelling, penyimpanan produk&#13;
akhir dan pemuatan serta penulis menambahkan satu alur proses tambahan yaitu:&#13;
pencucian.&#13;
Hasil pengujian mutu bahan baku dan produk akhir steak tenggiri beku telah&#13;
memenuhi standar yang ditetapkan. Mutu bahan baku meliputi nilai organoleptik&#13;
dan sensori adalah 8. Hasil pengujian mutu bahan baku mikrobiologi Angka&#13;
Lempeng Total (ALT) adalah 4000 kol/gram standar SNI adalah 5x10⁵ kol/gr, hasil&#13;
pengujian Escherichia coli adalah negatif, standar SNI adalah &lt; 3 APM/gr, hasil&#13;
pengujian Coliform adalah negatif, standar SNI &lt; 3 MPN/gr, kadar logam berat&#13;
untuk Merkuri (Hg) ND (not detected) standar SNI Max 0,5 mg/kg, hasil pengujian&#13;
Timbal (Pb) adalah 0,042 mg/kg standar SNI Max 0,3 mg/kg, hasil pengujian Kadmium (Cd) adalah 0,006 mg/kg standar SNI Max 0,1 mg/kg. Hasil pengujian&#13;
produk akhir mikrobiologi nilai tertinggi Angka Lempeng Total (ALT) adalah&#13;
14.000 kol/gram, standar SNI adalah 5x10⁵ kol/gr, hasil pengujian Escherichia coli&#13;
adalah negatif standar SNI adalah &lt; 3 APM/gr, hasil pengujian Coliform adalah&#13;
negatif MPN/gr, kadar logam berat untuk Merkuri (Hg) ND (not detected) standar&#13;
SNI Max 0,5 mg/kg, hasil pengujian Timbal (Pb) dalah 0,108 mg/kg, standar SNI&#13;
Max 0,3 mg/kg, hasil pengujian Kadmium (Cd) adalah 0,005 mg/kg standar SNI&#13;
Max 0,1 mg/kg, hasil pengujian Histamin adalah ND (not detected) standar SNI&#13;
Max 100mg/kg.&#13;
PT. Kencana Laut Nusantara telah melakukan 12 langkah penerapan HACCP&#13;
yang meliputi: pembentukan tim HACCP, deskripsi produk, identifikasi tujuan&#13;
penggunaan, penyusunan diagram alir, verifikasi diagram alir, analisis bahaya,&#13;
penentuan CCP dan pengendalian bahayanya, penetapan batas kritis, tindakan&#13;
prosedur monitoring, tindakan koreksi dan verifikasi serta pencatatan.&#13;
Menetapkan Critical Control Point (CCP) pada tahapan penerimaan bahan&#13;
baku bahaya signifikan yaitu histamin, metal detecting yaitu serpihan logam.&#13;
Berdasarkan hasil pengamatan penulis, penulis menetapkan logam berat sebagai&#13;
bahaya signifikan pada penerimaan bahan baku dan menjadikannya CCP.&#13;
Pengendalian CCP pada tahap penerimaan bahan baku yaitu dengan&#13;
memeriksa surat jaminan setiap bahan baku datang dan menggunakan supplier yang&#13;
telah di approve. Pengendalian terhadap tahap metal detecting adalah melewatkan&#13;
produk melalui mesin dan memeriksa sensivitas alat.&#13;
Dokumen yang dibutuhkan perusahaan PT. Kencana Laut Nusantara pada&#13;
saat proses steak tenggiri beku ke Singapore adalah harus memiliki sertifikat&#13;
HACCP, dokumen Packing List, Invoice, Sea Way Bill (SWB), Health Certificate&#13;
(HC), Certificate of Origin (COO), Nota Pelayanan Ekspor (NPE). Pengangkutan&#13;
barang ke Pelabuhan dipersyaratkan sudah mendapatkan nomor HC sebelum&#13;
keberangkatan kontainer.</note>
 <note type="statement of responsibility">Riska Igor Frihatin</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ekspor Impor</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>singapura</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8201051</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="1940" url="" path="/0f15ed7ab9e3e20227ec91cada0d44d9.pdf" mimetype="application/pdf">Penetapan CCP (Critical Control Point) Dan Persyaratan Dokumen Ekspor Steak Tenggiri (Scomberomorus commerson) Beku Ke Singapore Di PT. Kencana Laut Nusantara, Muara Angke, Jakarta Utara</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1929</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-05 09:22:18</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-05 09:26:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>