<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2012">
 <titleInfo>
  <title>Fanatisme dan Perilaku Konsumtif Penggemar K-Pop di Media Sosial Twitter (Studi Fenomenologi pada Akun @7btsupdate dan @NCT_Indonesia)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anna Tasyia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2022</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media sosial sangat membantu perkembangan suatu budaya dan salah satunya budaya Korea yang kini menjadi fenomena di Indonesia. Fenomena munculnya Korean Pop (K-Pop) adalah berubahnya selera musik kaum milenial dan bermunculannya fandom-fandom K-Pop di Indonesia, pengemar K-Pop mengaku tertarik dengan musik Korea karena musik tersebut tidak monoton, dan enak didengar.&#13;
Adanya alat teknologi pada era globalisasi ini, hal tersebut sangat memudahkan bagi manusia untuk mendapatkan informasi salah satunya dengan mengakses perkembangan dalam dunia Korea pop. Semakin mudahnya untuk mendapatkan informasi tersebut menyebabkan para remaja menjadi antusias dan fanatik terhadap apa yang mereka idolakan tersebut. Akibat dari fanatiknya remaja tersebut menyebabkan beberapa dampak seperti melakukan pembelian secara berlebih.&#13;
Landasan teori yang digunakan adalah teori wajah (face work) ) metafora untuk identitas social atau citra seseorang yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivis karena bertujuan untuk mengkaji kehidupan secara alami dan terbebas dari manipulasi. Pendekatan Penelitian Kualitatif, Metode penelitian Fenomenologi. Menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi.</note>
 <note type="statement of responsibility">Anna Tasyia</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Komunikasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Perilaku Konsumtif</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8220042</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (SKRIPSI)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="2026" url="" path="/f2996fc4dde77a0b2fc4e5955923f053.pdf" mimetype="application/pdf">Fanatisme dan Perilaku Konsumtif Penggemar K-Pop di Media Sosial Twitter (Studi Fenomenologi pada Akun @7btsupdate dan @NCT_Indonesia)</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2012</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-21 09:47:19</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-21 09:48:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>