<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2266">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA KEPADA ANAK YANG MENGALAMI QUARTERLIFE CRISIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Melinda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Universitas Satya Negara Indonesia</publisher>
  <dateIssued>2022</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Quarterlife Crisis adalah masalah yang terjadi kepada usia remaja menuju dewasa, dimana masalah tersebut terjadi kepada semua orang namun disadari atau tanpa disadari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal yang dibangun orang tua kepada anak yang mengalami quarterlife crisis.&#13;
Landasan teori yang digunakan adalah Tradisi Sosiologi, Teori Negosiasi Identitas dan Teori Atribusi. Dengan menggunakan landasan konseptual dari komunikasi, interaksi sosial, identitas, fenomenologi, keluarga, peran orang tua, motivasi, pola perilaku, pemahaman perilaku, dan quarterlife.&#13;
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif, paradigma post-positivisme, metode penelitian studi kasus, sifat penelitian deskriptif. Menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 9 (sembilan) narasumber yang terdiri atas 3 (tiga) berperan sebagai Key Informant dan 6 (enam) sebagai Informant. Menurut Wawancara langsung dilapangan, efektivitas komunikasi dapat berjalan apabila adanya keseimbangan.&#13;
Penyelesaian yang dilakukan adalah membangun keseimbangan dalam komunikasi interpersonal orang tua dengan anak. Proses komunikasi interpersonal dapat dilakukan secara formal dan informal.</note>
 <note type="statement of responsibility">Melinda</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Komunikasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Komunikasi Interpersonal</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>identitas</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8220248</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="2291" url="" path="/8820306b2add7d83619932895c492361.pdf" mimetype="application/pdf">KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA KEPADA ANAK YANG MENGALAMI QUARTERLIFE CRISIS</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2266</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-31 13:46:29</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-31 13:53:23</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>