<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2348">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Clareta Fiona Marcelia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2022</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Anak sangat penting bagi negara ditandai dengan adanya Hari Anak&#13;
Nasional setiap tahun dan adanya perlindungan serta hak-hak anak yang&#13;
tercantum dalam Undang-Undang. Namun anak masih saja menjadi korban&#13;
kekerasan seksual khusunya pencabulan dan selalu marak setiap tahunnya, ini&#13;
dikarenakan presepsi di masyarakat bahwa anak adalah seseorang yang lemah&#13;
dan tidak berdaya serta belum adanya pendidikan seksual (sex education) di&#13;
Indonesia yang masih menjadi hal tabu bagi sebagian masyarakat Indonesia.&#13;
Namun kenyataannya justru sangat penting supaya anak tahu bagian privat mana&#13;
yang seharusnya tidak boleh dipegang oleh orang lain. Dalam pembahasan ini&#13;
peneliti menggunakkan teori keadilan dan kepastian hukum dan metode&#13;
penelitian yang digunakkan ialah penelitian normatif yuridis dimana peneliti&#13;
mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan&#13;
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang&#13;
Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang&#13;
Perlindungan Anak. Anak yang belum cakap akan hukum justru dicabuli bahkan&#13;
oleh orang terdekat dalam kurun waktu yang lama dimana pelaku juga&#13;
melakukan ancaman kekerasan kepada anak yang dari perbuatan tersebut anak&#13;
korban hamil dan melahirkan, melihat hal tersebut aparat penegak hukum&#13;
dituntut lebih aktif jika perkara menyangkut tentang anak. Yang dimana hakim&#13;
memiliki kekuasaan kehakiman yang mengatakan hakim harus memiliki&#13;
kemampuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai keadilan yang ada di masyarakat&#13;
yang dalam pertimbangannya tersebut bisa dijadikan acuan berupa yurisprudensi&#13;
bagi hakim lain. Dalam menjatuhi putusan terhadap suatu tindak pidana hakim&#13;
mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan yang dari hal&#13;
tersebut bisa menjadi pertimbangan hakim memutus penjara maksimal 20 tahun&#13;
penjara. Dengan dasar Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 81 bisa&#13;
dikenakan ancaman 15 tahun penjara namun dalam ayat (3) jika dilakukan oleh&#13;
orang tua atau wali hukuman penjaranya menjadi 20 tahun penjara. Penuntut&#13;
umum menuntut 12 tahun penjara sedangkan hakim memutus 13 tahun penjara,&#13;
hanya melebihi satu tahun, melihat hal tersebut maka jelas menjadi&#13;
ketidakpastian hukum dan sangat tidak adil bagi anak korban. Mengingat Secara&#13;
biologis, sebelum pubertas organ-organ vital anak tidak disiapkan untuk&#13;
melakukan hubungan intim, apalagi untuk organ yang memang tidak ditujukan&#13;
untuk hubungan intim. Jika dipaksakan, maka tindakan tersebut akan merusak&#13;
jaringan ditambah ketika anak diancam, maka saat itu juga secara alami tubuh&#13;
anak juga melakukan pertahanan atau penolakan. Ketika secara biologis tubuh&#13;
anak menolak, maka paksaan yang dilakukan pun akan semakin menimbulkan&#13;
cedera dan kesakitan pada anak. Inilah yang menimbulkan tarumatis bagi anak&#13;
hingga dewasa.</note>
 <note type="statement of responsibility">Clareta Fiona Marcelia</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Hukum</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8220329</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (SKRIPSI)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="2384" url="" path="/47f40a71cd03f053d53e52b7efc1e8f7.pdf" mimetype="application/pdf">Analisis Putusan Hakim Terhadap Pidana Pncabulan Anak di Bawah Umur (Studi Kasus No. 518/PID.SUS/2021/PN.BKS)</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2348</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 10:04:43</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 10:09:26</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>