<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2788">
 <titleInfo>
  <title>KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PERIKANAN LAYUR (Trichiurus spp) DI PPN PALABUHANRATU DITINJAU DARI ASPEK TEKNIK PENANGKAPAN IKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RISMA WANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2020</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan atau Ecosystem&#13;
Appraoch to Fisheries Management (EAFM) adalah sebuah konsep bagaimana&#13;
menyeimbangkan dimensi-dimensi pengelolaan melalui pendekatan yang&#13;
terintegrasi dan berbasis ekosistem. Implementasi EAFM memerlukan perangkat&#13;
indikator yang dapat digunakan sebagai alat monitoring dan evaluasi mengenai&#13;
sejauh mana pengelolaan perikanan sudah menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan&#13;
berbasis ekosistem. Indikator EAFM tersebut tergabung dalam 6 domain yaitu, (1)&#13;
sumberdaya ikan; (2) habitat dan ekosistem; (3) teknik penangkapan ikan; (4)&#13;
ekonomi; (5) sosial; (6) kelembagaan.&#13;
Perairan Palabuhanratu terletak di selatan Jawa Barat dan masuk dalam&#13;
Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573. PPN Palabuhanratu menjadi tempat&#13;
pendaratan ikan layur (Trichiurus spp) di Pantai Selatan Jawa. Ikan layur&#13;
merupakan salah satu ikan demersal ekonomis penting yang ada di perairan&#13;
Indonesia, permintaan ikan layur cenderung meningkat terutama pada musim ikan.&#13;
Selain karena tingginya permintaan, peningkatan upaya penangkapan juga terjadi&#13;
karena bertambahnya jumlah kapal maupun peningkatan jumlah trip.&#13;
Domain yang menjadi fokus dalam penelitian yaitu domain teknik&#13;
penangkapan ikan. Adapun indikatornya yaitu : fishing capacity, selektivitas alat&#13;
tangkap, metode penangkapan ikan yang bersifat destruktif dan atau ilegal,&#13;
kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan dengan dokumen legal,&#13;
modifikasi alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan, serta sertifikasi&#13;
awak kapal perikanan.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan perikanan layur di PPN&#13;
Palabuhanratu dan 2) Menilai keberlanjutan pengelolaan perikanan layur di PPN&#13;
Palabuhanratu berdasarkan kriteria EAFM pada domain teknik penangkapan ikan.&#13;
Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2020 yang bertempat&#13;
di PPN Palabuhanratu. Metode pengambilan data yang digunakan pada penelitian&#13;
ini adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini&#13;
menggunakan sistem skoring sederhana dengan memakai sistem skor likert yang&#13;
berbasis ordinal 1,2,3 dimana semakin besar skornya maka skornya akan semakin&#13;
baik.&#13;
Ikan layur merupakan komoditas unggulan di PPN Palabuhanratu, armada&#13;
utama pada penangkapan ikan layur yang beroperasi di PPN Palabuhanratu adalah&#13;
kapal kincang yang berukuran dibawah 2 GT (Gross Tonage) dan alat tangkap yang&#13;
digunakan adalah pancing ulur (hand line). Produksi perikanan layur selama 5&#13;
tahun terakhir memiliki rata-rata hasil tangkapan 116.813kg/tahun dengan nilai&#13;
produksi sebesar Rp.4.788.052.850. Nelayan layur melaut mulai pukul 03.00 WIB&#13;
(one day fishing) paling lama 2 malam/trip. Daerah penangkapan ikan berada di&#13;
sekitar Teluk Palabuhanratu sampai dengan Pantai Ujung Genteng.&#13;
Berdasarkan hasil analisis data yang sudah diolah, pengelolaan perikanan&#13;
layur di PPN Palabuhanratu mayoritas mendapatkan skor 3 pada domain teknik&#13;
penangkapan ikan kecuali indikator kapasitas perikanan dan indikator sertifikasi&#13;
awak kapal perikanan hanya memperoleh skor 1, perolehan nilai komposit sebesar 86,67, artinya pengelolaan perikanan layur di PPN Palabuhanratu berdasarkan&#13;
kriteria EAFM dikategorikan “Baik Sekali”.&#13;
Saran yang diperoleh dari penelitian ini adalah meningkatkan indikator yang&#13;
belum maksimum dengan melakukan pengawasan dan pengontrolan pada perizinan&#13;
armada penangkapan, alat penangkapan dan jumlah trip, serta meningkatkan&#13;
kualitas nelayan melalui pelatihan sertifikasi di PPN Palabuhanratu. Perlu adanya&#13;
penelitian lanjutan terkait Rekomendasi Pengelolaan Perikanan (RPP) untuk&#13;
memperbaiki kinerja terutama pada domain teknik penangkapan ikan.</note>
 <note type="statement of responsibility">RISMA WANI</note>
 <subject authority="">
  <topic>Perikanan</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8200610</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (SKRIPSI)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="2804" url="" path="/efd2696901cc7d16c5025a9d04387cf7.pdf" mimetype="application/pdf">KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PERIKANAN LAYUR (Trichiurus spp) DI PPN PALABUHANRATU DITINJAU DARI ASPEK TEKNIK PENANGKAPAN IKAN</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2788</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-13 16:39:18</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-13 16:41:34</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>