<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3504">
 <titleInfo>
  <title>FENOMENA GANGGUAN IDENTITAS GENDER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANISATUL MARDIYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Universitas Satya Negara Indonesia</publisher>
  <dateIssued>2023</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Interaksi sosial merupakan kunci dari kehidupan bersosial karena tanpa interaksi tidak akan ada kehidupan bersama. Bertemunya beberapa manusia akan menghasilkan suatu kelompok sosial apabila manusia saling berbicara, bekerja sama, dan mencapai tujuan bersama. Komunitas yang diisinyalir sebagai wadah oleh sekelompok orang didalamnya memiliki berbagai macam bentuk kesamaan dan melahirkan sebuah identitas dari komunitas itu sendiri. Salah satu fenomena yang terjadi dalam lingkup sosial adalah hadirnya kelompok homoseksual. Masyarakat pada umumnya cenderung memandang tabu kelompok homoseksual. Masyarakat percaya bahwa heteroseksual merupakan hubungan alamiah yang seharusnya dijalin antara pria dan wanita. Sehingga mereka yang tidak berperilaku demikian dikelompokkan pada sebuah penyimpangan. Akibatnya terjadinya hambatan dalam berkomunikasi dikarenakan masyarakat menganggap bahwa homoseksualitas merupakan suatu bentuk penyimpangan yang perlu dihindari. Padahal konstruksi sosiallah yang membentuk sebuah identitas dari gender manusia. Dan segala perubahan akan tubuh manusia dikonsepsikan dengan performativitas pada Teori Queer.</note>
 <note type="statement of responsibility">ANISATUL MARDIYAH</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8230483</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="3626" url="" path="/979051e975461f86c817d44463a97c82.pdf" mimetype="application/pdf">FENOMENA GANGGUAN IDENTITAS GENDER</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3504</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-03 10:15:02</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-03 10:15:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>