<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3508">
 <titleInfo>
  <title>KERJA SAMA INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA-KOREA SELATAN DALAM PENGADAAN ALUTSISTA KAPAL SELAM UNTUK MEMENUHI MINIMUM ESSENTIAL FORCE 2020-2024</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FEBRINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Universitas Satya Negara Indonesia</publisher>
  <dateIssued>2023</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ancaman keamanan maritim menjadi ancaman yang cukup serius khususnya bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Maka dari itu perlu dilakukan peningkatan keamanan maritim guna membangun kekuatan pokok minimum pertahanan nasional dengan melakukan kerja sama dengan negara yang berkompeten dalam bidang industri pertahanan yaitu Korea Selatan. Korea Selatan bersedia untuk melakukan alih teknologi yang membuat Indonesia menjadi lebih mandiri dalam pembuatan kapal selam. Kerja sama dilakukan untuk memenuhi target Minimum Essential Force (MEF) tahap ketiga 2020-2024 dalam pengadaan alutsista kapal selam. Melihat dari periode MEF tahap kedua yang terpenuhi masih kurang dari target seharusnya maka penelitian ini bertujuan untuk mencari cara agar terpenuhi nya target tersebut pada akhir periode tahap ketiga MEF. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan teknik pencarian data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan adalah teori kerja sama internasional dengan konsep transformasi militer dan offset. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerja sama Indonesia-Korea Selatan berjalan cukup baik, namun kapal selam yang dihasilkan kurang memuaskan hingga Indonesia memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan Perancis dalam pengadaan kapal selam untuk memenuhi MEF tahap III. Meskipun demikian MEF tahap III diprediksi baru akan tercapai pada tahun 2030.</note>
 <note type="statement of responsibility">FEBRINI</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8230487</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="3630" url="" path="/97b972e43438226219b9dff2fd9ff942.pdf" mimetype="application/pdf">KERJA SAMA INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA-KOREA SELATAN DALAM PENGADAAN ALUTSISTA KAPAL SELAM UNTUK MEMENUHI MINIMUM ESSENTIAL FORCE 2020-2024</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3508</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-03 10:50:25</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-03 10:50:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>