<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3665">
 <titleInfo>
  <title>IDENTITAS ROTI BUAYA DALAM PERSPEKTIF MODERNISASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alfina Febriyanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Universitas Satya Negara Indonesia</publisher>
  <dateIssued>2024</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Istilah Roti Buaya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jakarta khususnya di Kelurahan Kelapa Dua. Yang dimana Roti Buaya tersebut sebagai simbol seserahan dalam prosesi adat pernikahan Betawi. Tradisi roti buaya ini sudah ada sejak zaman nenek moyang kita di Jakarta dan sekitarnya. Dalam pandangan masyarakat Betawi, kehadiran roti buaya diwajibkan dalam prosesi pernikahan, dimana masyarakat Betawi masih mempercayai budaya yang diturunkan secara turun temurun. Penelitian ini menggunakan teori negosiasi identitas yang dikembangkan oleh Ting Tomey.&#13;
Metode yang dipakai dalam penelitian ini metode etnografi komunikasi, dengan paradigma kontruktivisme, pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi satu key informant dan enam informant yang merupakan masyarakat asli Betawi yang menerapkan tradisi Roti Buaya sebagai prosesi upacara adat pernikahan budaya Betawi.&#13;
Hasil wawancara menunjukkan bahwa setiap informant memberikan jawaban yang sesuai dengan pengetahuan dan cara pandang mereka. Terdapat jawaban yang sesuai dengan teori negosiasi identitas dan etnografi komunikasi.&#13;
Kesimpulannya yaitu benar adanya modernisasi terhadap Roti Buaya tetapi tidak menghilangkan identitas dari Roti Buaya tersebut. Justru dengan adanya modernisasi mempermudah masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility">Alfina Febriyanti</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Komunikasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>identitas</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISIP</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8240066</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="3805" url="" path="/f2c0b4fccfd0b1041a60bc494e1303e7.pdf" mimetype="application/pdf">IDENTITAS ROTI BUAYA DALAM PERSPEKTIF MODERNISASI</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3665</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-29 08:54:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-29 08:55:27</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>