<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3842">
 <titleInfo>
  <title>RESEPSI KHALAYAK PADA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI DRAMA KOREA QUEEN MAKER NETFLIX</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adinda Febriyan Azzahra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2024</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pentingnya representasi perempuan dalam media, khususnya dalam hal kepemimpinan, memiliki peran penting dikarenakan media memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk pandangan masyarakat tentang peran gender. Sejalan dengan itu, muncul drama korea Queen Maker, perlawanan dua wanita karir demi keadilan dalam mencapai kesetaraan gender. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana resepsi khalayak pada kepemimpinan perempuan di drama Korea Queen Maker Netflix.&#13;
Landasan teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori Resepsi Khalayak Stuart Hall dan menggunakan landasan konseptual komunikasi, komunikasi massa, film sebagai komunikasi massa, resepsi, drama Korea, kepemimpinan, kepemimpinan perempuan, gender, feminism, stereotip dan budaya patriarki.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Forum Group Discussion (FGD), paradigma yang digunakan yaitu konstruktivisme dan analisis data mencakup kegiatan proses reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.&#13;
Temuan dari Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa setiap informan memiliki pemaknaan (decoding) yang berbeda terhadap pesan media. Pemaknaan ini dapat dikategorikan ke dalam tiga posisi, yaitu dominan, negosiasi dan oposisi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa khalayak memiliki pemahaman yang dominan terhadap penggambaran kepemimpinan perempuan dalam drama tersebut. bahwa kepemimpinan perempuan yang digambarkan dalam drama Korea Queen Maker menunjukkan kecerdikan dan kemampuan strategis perempuan dalam mencapai tujuan politik.</note>
 <note type="statement of responsibility">ADINDA FEBRIYAN AZZAHRA</note>
 <subject authority="">
  <topic>Teori Resepsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Kepemimpinan Perempuan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Queen Maker</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>IKOM 2024</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8240134</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="4013" url="" path="/95476f69129a954e03b2050c6394577d.pdf" mimetype="application/pdf">RESEPSI KHALAYAK PADA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI DRAMA KOREA QUEEN MAKER NETFLIX</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3842</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-26 13:04:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-27 17:05:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>