<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3888">
 <titleInfo>
  <title>RESEPSI KHALAYAK EKSPRESI GAYA FEMININ AKUN&#13;
INSTAGRAM @Agungkarmalogy</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Husaini Sakti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Universitas Satya Negara Indonesia</publisher>
  <dateIssued>2024</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilatar belakangi oleh ekspresi gaya feminin pada media&#13;
sosial, khususnya melalui akun Instagram @Agungkarmalogy. Akun ini menjadi&#13;
platform bagi Agung Karmalogy untuk menampilkan identitas gender yang unik,&#13;
menarik perhatian audiens dengan berbagai tanggapan yang berbeda. Media sosial,&#13;
terutama Instagram, memungkinkan ekspresi diri yang lebih bebas dan beragam.&#13;
Dalam penelitian ini, teori resepsi Stuart Hall digunakan sebagai landasan&#13;
konseptual. Teori ini menekankan pada pemaknaan pesan oleh audiens, yang tidak&#13;
selalu sejalan dengan maksud pembuat pesan. Audiens dipandang sebagai penerima&#13;
aktif yang mampu menafsirkan dan bahkan menolak pesan berdasarkan konteks&#13;
mereka sendiri.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan&#13;
pendekatan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada&#13;
sembilan informan yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Para informan ini&#13;
memberikan perspektif yang beragam, memungkinkan pemahaman yang&#13;
komperhensif tentang resepsi khalayak.&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekspresi gaya feminin pada akun&#13;
intagram @Agungkarmalogy diterima dengan berbagai macam resepsi oleh&#13;
khalayak. Beberapa informan menunjukan penerimaan positif, melihatnya sebagai&#13;
bentuk kebebasan berekspresi dan tantangan terhadap stereotip gender.&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa audiens tidak bersifat pasif&#13;
dalam menerima konten media sosial. Mereka aktif dalam menafsirkan dan&#13;
mengevaluasi pesan berdasarkan pengalaman dan nilai-nilai pribadi mereka. Studi&#13;
ini menegaskan pentingnya memahami audiens sebagai agen kultural yang&#13;
kompleks dalam konteks media digital.</note>
 <note type="statement of responsibility">Husaini Sakti</note>
 <subject authority="">
  <topic>Instagram</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teori Resepsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Gaya Feminin</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>IKOM 2024</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8240210</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (SKRIPSI)</sublocation>
    <shelfLocator>IKOM 2024</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="4062" url="" path="/fe23d1143afe978a9753b8dba869955e.pdf" mimetype="application/pdf">Resepsi Khalayak Ekspresi Gaya Feminin akun Instagram @Agungkarmalogy</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3888</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 14:42:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-21 19:42:21</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>