<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4237">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BIMO AL FAZRY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2025</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelantaran anak pasca perceraian merupakan pelanggaran serius terhadap hakhak anak yang belum mendapat perlindungan hukum yang efektif di Indonesia.&#13;
Meskipun telah diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak,&#13;
implementasinya masih lemah dan belum optimal. Anak-anak korban perceraian&#13;
seringkali kehilangan hak atas nafkah, perhatian, dan pendidikan yang menjadi&#13;
kewajiban orang tua setelah perceraian. Kasus gugatan anak terhadap ayah kandung&#13;
di Salatiga serta Putusan No. 93/Pid.Sus/2020/PN Bintuhan menjadi contoh nyata&#13;
lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku penelantaran anak. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengkaji sejauh mana sistem hukum pidana mampu menjamin&#13;
keadilan serta perlindungan bagi anak-anak korban penelantaran oleh orang tua&#13;
pasca perceraian. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan&#13;
pendekatan kualitatif yang berfokus pada studi kepustakaan (library research)&#13;
untuk menelaah norma dan kaidah hukum yang berlaku terkait penelantaran anak&#13;
pasca perceraian. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan&#13;
analisis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan putusan&#13;
pengadilan, terutama Putusan Nomor 93/Pid.Sus/2020/PN Bintuhan sebagai bahan&#13;
hukum primer. Data sekunder berupa Undang-Undang Perlindungan Anak,&#13;
Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta literatur&#13;
akademik dan jurnal hukum juga dianalisis. Teknik pengumpulan data dilakukan&#13;
melalui pengumpulan bahan hukum primer dan sekunder, sedangkan teknik analisis&#13;
data menggunakan metode deskriptif-analitis untuk mengolah dan menafsirkan data&#13;
secara sistematis dan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan&#13;
hukum terhadap pelaku tindak pidana penelantaran anak telah dilakukan&#13;
berdasarkan Pasal 76B jo. Pasal 77 Undang-Undang Perlindungan Anak, namun&#13;
masih bersifat reaktif dan belum optimal. Penegakan hukum baru dilakukan setelah&#13;
dampak penelantaran terjadi, mencerminkan lemahnya struktur, substansi, dan&#13;
budaya hukum. Selain itu, perlindungan hukum terhadap hak-hak anak pasca&#13;
perceraian masih bersifat formal dan normatif, belum diimbangi dengan sistem&#13;
pengawasan yang efektif serta keterlibatan lembaga perlindungan anak. Oleh&#13;
karena itu, diperlukan penguatan implementasi hukum, pengawasan yang lebih&#13;
ketat, serta keterlibatan aktif berbagai pihak agar hak anak benar-benar terlindungi&#13;
secara berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility">BIMO AL FAZRY</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Hukum</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8250185</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (SKRIPSI)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="4448" url="" path="/19ef028d8d6a387853d649afcde2eb43.pdf" mimetype="application/pdf">PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENELANTARAN ANAK PASCA PERCERAIAN (Studi Putusan Nomor 93/Pid.Sus/2020/PN. Bintuhan)</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4237</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 10:07:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-25 15:27:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>