<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4366">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS YURIDIS DALAM PEMAKZULAN PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID TAHUN 2001</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Albert Danil Anton Umbas</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2025</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemakzulan Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2001 merupakan peristiwa&#13;
ketatanegaraan yang menandai fase kritis dalam perjalanan demokrasi Indonesia pascareformasi. Mekanisme pemakzulan yang seharusnya berfungsi sebagai instrumen&#13;
akuntabilitas konstitusional justru memperlihatkan dominasi faktor politik dibandingkan&#13;
kepatuhan terhadap prinsip hukum. Hal ini terjadi karena pada saat itu Mahkamah&#13;
Konstitusi belum terbentuk sehingga tidak ada lembaga yudisial independen yang&#13;
berwenang menilai tuduhan terhadap presiden. Penelitian ini dilakukan dengan&#13;
pendekatan yuridis normatif dan historis melalui analisis terhadap Undang-Undang Dasar&#13;
1945, Ketetapan MPR, memorandum DPR, serta dokumen hukum terkait. Kajian ini&#13;
diperkuat dengan teori konstitusionalisme dan teori pemisahan kekuasaan sebagai pisau&#13;
analisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemakzulan Presiden Abdurrahman&#13;
Wahid lebih banyak ditentukan oleh konfigurasi politik saat itu dibandingkan mekanisme&#13;
hukum yang objektif dan transparan. Proses tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan&#13;
prinsip due process of law karena lemahnya instrumen pengujian yuridis. Meskipun&#13;
demikian, peristiwa ini membawa dampak penting bagi sistem ketatanegaraan Indonesia,&#13;
terutama melalui lahirnya amandemen UUD 1945 dan pembentukan Mahkamah&#13;
Konstitusi yang kemudian memperkuat prinsip checks and balances serta supremasi&#13;
konstitusi. Pemakzulan tahun 2001 dengan demikian menjadi preseden historis sekaligus&#13;
pelajaran berharga bahwa pemberhentian presiden harus ditempatkan sepenuhnya dalam&#13;
kerangka hukum yang ketat untuk menjaga stabilitas demokrasi.</note>
 <note type="statement of responsibility">Albert Danil Anton Umbas</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Hukum</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>politik</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8250305</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (SKRIPSI)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="4580" url="" path="/c9e821aa006debe920c10e0557b19d73.pdf" mimetype="application/pdf">ANALISIS YURIDIS DALAM PEMAKZULAN PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID TAHUN 2001</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4366</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-25 15:29:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-25 15:43:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>