<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4403">
 <titleInfo>
  <title>REALITAS SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENAFSIRKAN LIRIK LAGU:</title>
  <subTitle>STUDI KASUS LIRIK LAGU “BAYAR BAYAR BAYAR” BAND PUNK SUKATANI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANNISA AMINATUS SA’DIYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2025</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lagu merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan&#13;
pesan dan ekspresi sosial, salah satunya adalah lirik lagu yang mengandung kritik&#13;
terhadap kondisi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas sosial&#13;
masyarakat dalam menafsirkan lirik lagu “Bayar Bayar Bayar” dari band punk&#13;
Sukatani sebagai bentuk kritik sosial terhadap institusi kepolisian.&#13;
Landasan teori yang digunakan adalah Teori Ruang Publik dari Jürgen&#13;
Habermas yang membahas tempat diskusi bebas di mana warga negara dapat saling&#13;
bertukar gagasan secara rasional dan kritis tentang kepentingan umum.dan&#13;
menggunakan landasan konseptual dari komunikasi, musik punk, media sosial,&#13;
kebebasan berekspresi, dan kritik sosial.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma kritis, metode&#13;
penelitian studi kasus, dengan sifat penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data&#13;
dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memaknai lagu “Bayar&#13;
Bayar Bayar” sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan bentuk&#13;
solidaritas terhadap pengalaman kolektif yang dialami masyarakat kelas bawah.&#13;
Lagu ini menjadi ruang publik alternatif yang digunakan masyarakat untuk&#13;
menyuarakan keresahan sosial secara digital, khususnya melalui media sosial.&#13;
Pencabutan lagu oleh otoritas menunjukkan adanya pembatasan terhadap&#13;
kebebasan berekspresi, namun juga memicu reaksi yang memperkuat kesadaran&#13;
publik.</note>
 <note type="statement of responsibility">Annisa Aminatus Sa’diyah</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Komunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8250342</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (SKRIPSI)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="4617" url="" path="/61d27aa2b453a4fa479f0f8996c7914a.pdf" mimetype="application/pdf">REALITAS SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENAFSIRKAN LIRIK LAGU: STUDI KASUS LIRIK LAGU “BAYAR BAYAR BAYAR” BAND PUNK SUKATANI</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4403</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-03 08:45:10</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-03 09:06:46</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>