<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4422">
 <titleInfo>
  <title>KOMODIFIKASI KONTEN ANAK PADA AKUN INSTAGRAM DAN YOUTUBE DI AKUN @MAZAYAAMANIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMAWATI UTAMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2025</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas fenomena komodifikasi konten anak yang marak di media sosial,&#13;
dengan fokus pada akun Instagram dan YouTube @mazayaamania. Akun ini dikelola oleh&#13;
orang tua dari Mazaya Amania, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana proses&#13;
komodifikasi berlangsung melalui konten yang menampilkan anak, serta bagaimana&#13;
implikasinya terhadap aspek sosial, etika, dan ekonomi.&#13;
Secara teoritis, penelitian ini berlandaskan teori budaya kritis Theodor Adorno dan konsep&#13;
komodifikasi dari Vincent Mosco. Teori tersebut digunakan untuk menganalisis bagaimana&#13;
media sosial mengubah ekspresi pribadi anak menjadi produk yang dapat dijual.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis dan metode&#13;
semiotika John Fiske, yang membagi analisis ke dalam tiga tingkat: realitas, representasi,&#13;
dan ideologi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi konten Instagram dan&#13;
YouTube @mazayaamania.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun ini mengemas citra anak secara strategis untuk&#13;
menarik sponsor dan membangun keterlibatan audiens. Bentuk komodifikasi ditemukan&#13;
dalam tiga dimensi: isi konten, audiens sebagai target pasar, dan anak sebagai “pekerja”&#13;
digital.&#13;
Kesimpulannya, akun @mazayaamania merupakan contoh nyata bagaimana media sosial&#13;
dapat menjadi ruang eksploitasi terhadap anak-anak. Komodifikasi yang terjadi tidak hanya&#13;
berdampak pada monetisasi,risiko terhadap hak privasi, dan posisi anak di ruang publik.&#13;
Oleh karena itu, diperlukan regulasi serta kesadaran kritis dari orang tua dan masyarakat&#13;
untuk melindungi kepentingan terbaik anak dalam era digital.</note>
 <note type="statement of responsibility">RAHMAWATI UTAMI</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Komunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8250361</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A (SKRIPSI)</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="4637" url="" path="/74ffaf0ee20672da06784a558a07aed5.pdf" mimetype="application/pdf">KOMODIFIKASI KONTEN ANAK PADA AKUN INSTAGRAM DAN YOUTUBE DI AKUN @MAZAYAAMANIA</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4422</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-09 09:39:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-09 10:06:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>