<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="520">
 <titleInfo>
  <title>KONFLIK UKRAINA DAN RUSIA TERKAIT MASALAH STATUS KRIMEA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AL MUKLIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konflik Ukraina dan Rusia yang terjadi seperti sekarang ini berawal dari perbedaan pandangan politik, keinginan Ukraina yang mandiri dalam bidang ekonomi memaksa negara itu untuk mengambil langkah keluar dari anggota Non-Blok dan berencana untuk masuk menjadi anggota Uni Eropa yang berideologi Liberal. Keinginan Ukraina mendapat respon dari Uni Eropa dengan positif, akan tetapi hal ini menjadi ancaman bagi kepentingan Rusia dari segi keamanan, politik, ekonomi, dan ideologi. Setelah pembatalan perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa dan Ukraina dan menerima kesepakatan kerjasama Ukraina-Rusia pada era Presiden Viktor Yanukovych, maka demo dan kerusuhan di Ukraina secara anarkis semakin memanas, dampak dari kekacauan di Ukraina tersebut membuat Presiden Ukraina Viktor Yanukovych terguling dari kursi kepresidenanya, serta meminta kepada Presiden Putin untuk mengamankan Krimea yang 60% adalah warga etnis Rusia. Atas campur tangan Rusia di Krimea serta bantuan militernya, melalui intervensi Rusia maka Krimea melakukan referendum untuk memerdekakan diri dari Ukraina secara sepihak. Banyak negara di dunia yang mengecam referendum Krimea tersebut, akan tetapi Rusia bersikeras tetap mempertahankan Krimea dengan menambah pasukan militer dan kapal perang baik kapal mistral maupun kapal selam dengan tenaga nuklir untuk melindungi negaranya dari serbuan aliansi NATO yang di pimpin oleh Amerika.</note>
 <note type="statement of responsibility">AL MUKLIS</note>
 <subject authority="">
  <topic>KEAMANAN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REFERENDUM</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>AKU 2016</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">08160223</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A</sublocation>
    <shelfLocator>AKU 2016</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="514" url="" path="/SKRIPSI AL MUKLIS 006 HI 2016.pdf" mimetype="application/pdf">KONFLIK UKRAINA DAN RUSIA TERKAIT MASALAH STATUS KRIMEA</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>520</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-25 09:30:43</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-25 09:31:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>