<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="937">
 <titleInfo>
  <title>Representasi Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik Pada Film Nightcrawler</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwiniati Hardianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2018</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permasalahan dalam penelitian ini adalah film Nightcrawler yang didalamnya mengisahkan seorang pemuda pengangguran yang ternyata sangat berambisi dalam mencari pekerjaan akhirnya memilih menjadi seorang jurnalis lepas, namun dengan sedikitnya pengetahuan mengenai dunia jurnalistik ia pun banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran kode etik jurnalistik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kognisi sosial Teun A. Van Dijk, dimana dalam teori ini melihat bahwa penelitian atas wacana tidak cukup hanya didasarkan pada analisis teks semata, karena teks hanya hasil dari suatu praktik&#13;
produksi yang harus juga diamati. Melihat bagaimana suatu teks diproduksi dan didalam proses produksi itu melibatkan suatu proses yang disebut sebagai kognisi sosial. Kognisi sosial tersebut memiliki dua arti yaitu, menunjukkan bagaimana&#13;
proses teks tersebut diproduksi oleh wartawan/media. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara kepada key informan untuk mengetahui makna serta pesan apa yang ada didalam film Nightcrawler,&#13;
paradigma penelitian menggunakan kontruktivisme, di mana peneliti mencoba menjabarkan apa saja yang ada dalam penelitian, data-data tersebut kemudian disimpulkan berdasarkan realitas yang ada. Hasil penelitian ini menggambarkan secara umum bahwa film Nightcrawler menyajikan film seru (thriller) dengangenre kriminal yang banyak menyampaikan pesan-pesan moral yang dapat dipetik ketika menyaksikannya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Nightcrawler</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Film Thriller</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Analisis Wacana</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">82003471</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="935" url="" path="/ea92414c51a1409ec7c79433f264cbde.pdf" mimetype="application/pdf">Representasi Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik Pada Film Nightcrawler</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>937</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-02-06 12:15:53</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-25 09:11:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>