<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="941">
 <titleInfo>
  <title>Media Monitoring Hubungan Masyarakat Badan&#13;
Pemeriksa Keuangan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dhicka Widy Syahbana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>USNI</publisher>
  <dateIssued>2018</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu aspek yang paling penting dalam pelaksanaan aktivitas kehumasan yang dilakukan oleh seorang public relations Badan Pemeriksa Keuangan untuk melihat pemberitaan di media massa adalah dengan cara melakukan media monitoring terhadap pemberitaan di media massa seperti online, cetak maupun televisi. Tujuannya untuk mengetahui isu – isu apa saja yang sedang diberitakan di media sehingga peran public relations melakukan analisis terhadap semua pemberitaan yang masuk tentang Badan Pemeriksa Keuangan.&#13;
Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Massa sebagai landasan teoritis dan public relations, media monitoring sebagai landasan konseptual. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Metode yang digunakan yaitu Analisis Wacana yang menggunakan berbagai sumber data yang bisa digunakan untuk menguraikan dan menjelaskan secara komperhensif berbagai aspek individu , kelompok, suatu program, organisasi, atau peristiwa secara sistematis.&#13;
Media monitoring public relations Badan Pemeriksa Keuangan melakukan kegiatan seperti media visit ke pimpinan media yang bertujuan untuk menjaga hubungan baik dengan media serta mengadakan workshop, seminar maupun coffee morning untuk kegiatan yang dilakukan secara berkala. Media monitoring Badan Pemeriksa Keuangan dalam aktivitasnya membuat dampak yang baik sehingga masyarakat pada umumnya jadi lebih mudah mendapatkan informasi tentang produk – produk Badan Pemeriksa Keuangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Media Monitoring</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Media Relations</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Institutional Repository USNI Universitas Satya Negara Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">82003460</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan USNI Kampus A</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="939" url="" path="/1faec1f1510428d8dc6b46ac48a916cd.pdf" mimetype="application/pdf">Media Monitoring Hubungan Masyarakat Badan Pemeriksa Keuangan</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>941</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-02-06 12:57:10</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-25 08:58:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>